Profile avatar
oikhey.bsky.social
Ava by: @alannamiaw.bsky.social || Anti Homophobic!!! 🌈🌈 My AU: https://bsky.app/profile/oikhey.bsky.social/post/3kuxnazek3k2b
66 posts 12 followers 23 following
Active Commenter
comment in response to post
“Mereka lucu ya Suo...” ucap Nirei dengan begitu fokus menatap teman dan kakak kelasnya itu. “... Iya...” balas Suo dengan memamerkan senyum tipis yang tidak dilihat Nirei. End.
comment in response to post
“KITA GAK JADIAN?!” “Kita jalanin aja ya sayangku...” ucap Tsubaki masih terkikik geli atas reaksi Sakura. “Dih. Terserah!” Sakura kian merona tapi tidak menolak segala perlakuan Tsubaki padanya. Langkahnya hanya mengikuti kemana Tsubaki membawanya.
comment in response to post
“Kalian kakak traktir deh. Anggap aja PJ nih...” Ujar Tsubaki sambil menarik Sakura. “PEJE APAN?!” tanya Sakura berteriak. “Pajak Jadian itu tuh Sakura” jawab Nirei.
comment in response to post
“KALIAN COCOK MANA LUCU JUGA LAGI!!” seru Nirei dengan penuh semangat dan rasa antusias. “WOY!! NGAPAIN SIH KALIAN?!” teriak Sakura dengan begitu malu. Lain halnya dengan Tsubaki yang menjadi begitu bahagia.
comment in response to post
“Kakak maunya apa?” ujar Suo balas bertanya. “Di bilang cocok dan di restuin sih...” jawab Tsubaki. “Yaudah kalian cocok kita restui ko...” balas Suo dengan memasang senyuman seperti biasanya.
comment in response to post
“Sakura bentar lagi meledak loh Kak Tsubaki...” ujar Suo yang menonton keduanya sedari tadi bersama Nirei yang sibuk mencatat. “Suo, kakak cocok gak sama Sakura?!” tanya Tsubaki penuh rasa antusias.
comment in response to post
“Ihhh suka sama Sakura... Ayo pacaran!!” ajak Tsubaki dengan berani menggandeng tangan Sakura. Sakura tak menjawab atau menolak. Dia hanya diam dengan wajah semakin memerah parah.
comment in response to post
“A-apaan SiH!!? G-gak jelas!” ucap Sakura dengan wajah seperti kepiting rebus. Begitu merah hingga seolah keluar asap. Tsubaki terkikik geli karenanya. Benar-benar deh Sakura telah mengguncang dunianya dengan begitu hebat. Lebih hebat dari saat ia pertama kali bertemu Umemiya.
comment in response to post
Sakura segera mengambil jarak dari Tsubaki. Bukan. Dia bukan benci Tsubaki yang menyatakan perasaan padanya. Tapi dia terlalu malu dan tak bisa mengendalikan debaran hatinya. Ini bukan pertama kali baginya. Tapi Sakura tetap tak terbiasa.
comment in response to post
“Sakura, mau pacaran sama kakak gak?” tanya Tsubaki untuk kesekian kalinya setelah hubungan baik mereka berjalan kurang lebih selama tiga bulan. Murid tahun pertama itu segera memerah malu dan memekik nyaring. “..HAHHHhhhhH!!”
comment in response to post
bsky.app/profile/oikh...
comment in response to post
bsky.app/profile/oikh...
comment in response to post
bsky.app/profile/oikh...
comment in response to post
bsky.app/profile/oikh...
comment in response to post
bsky.app/profile/oikh...
comment in response to post
bsky.app/profile/oikh...
comment in response to post
bsky.app/profile/oikh...
comment in response to post
"Ayo pergi." Ucap Suo singkat sambil menungganginya. Tanpa membantah, ular naga yang sangat besar itu segera merangkak ke udara meninggalkan sapuan angin dahsyat yang merusak halaman kediaman Suo.
comment in response to post
Namun darah yang mengalir pada pipinya tidak menetes melainkan berubah bentuk menjadi sebuah ukiran yang tak bisa dipahami. Sesosok ular naga hitam dengan mata merah menyala menatap Suo penuh hormat dan rasa takut.
comment in response to post
Sebuah bola mata semerah darah dengan pupil serupa garis hitam vertikal nampak menyala cukup mencolok. Pupil Suo sedikit melebar dan kabut hitam keluar dari matanya yang kemudian berdarah.
comment in response to post
Malam begitu gelap dengan gulungan awan hitam. Suo berdiri di halaman rumahnya. Dia kemudian melepaskan penutup matanya yang senantiasa terpasang bahkan saat tidur sekalipun.
comment in response to post
Di satu malam Suo bertekad untuk mencari Sakura. Dia yakin lelaki dengan surai dwiwarna itu belum meninggalkan Jepang. Jika tak bisa dicari dengan insting manusia, satu-satunya cara Suo hanya bisa mencari Sakura dengan sosok iblis nya.
comment in response to post
Suo tak paham dengan apa yang Sakura katakan sebelumnya. Dia hanya mengingat soal Beast Island, yang jika diartikan adalah "Pulau Binatang Buas". Namun tubuh Sakura tidak menyebarkan bau hewan. Yang Suo cium adalah bau yang begitu asing namun terkesan wangi dan manis.
comment in response to post
Suo pun mulai terpikir akan nama negara, pulau atau benua yang Sakura sebutkan. Itu tak ada di dalam peta. Apakah Sakura berasal dari planet lain? Ataukah dunia lain yang tersembunyi di balik dinding pembatas dunia?
comment in response to post
Dari hari berganti Minggu dan berganti bulan. Sudah tiga bulan Suo tidak mendapati Sakura di manapun. Dia bertanya-tanya soal sosok Sakura yang sesungguhnya. Dia jelas bukan manusia. Dia yakin soal itu.
comment in response to post
Secara misterius ingatan orang-orang tentang Sakura Haruka telah dihapuskan. Bahkan jejak berupa photo atau sehelai rambut pun tak ada yang tersisa di sana. Hanya Suo. Hanya Suo Hayato yang mengingat tentang siapa Sakura Haruka. Hanya itu. Tidak lebih.
comment in response to post
"apa maksudmu Suo-san? Siapa Sakura? Memang ada yang bernama Sakura?" Wajah Nirei polos dan penuh tanda tanya. Jelas dia tak berbohong. Suo lalu bertanya pada yang lain namun jawaban mereka semua sama. Tak ada yang mengenal sosok Sakura Haruka.
comment in response to post
Di pagi hari, Suo dengan tergesa meninggalkan kediamannya dan pergi ke sekolah. Namun hingga siang menjelang, Sakura tak menunjukkan batang hidungnya. Kontak Sakura pun tak ada di ponselnya. Suo bertanya soal Sakura pada Nirei, namun jawaban Nirei membuat Suo terkejut.
comment in response to post
Untuk pertama kalinya Suo berteriak dengan marah. "JANGAN BICARA OMONG KOSONG! KATAKAN YANG SEJUJURNYA!!" Alih-alih menjawab, tangan sakura justru segera menutup wajah Suo. Dan saat tersadar Suo sudah berada di kamarnya sendiri.
comment in response to post
Sakura tak langsung menjawab. Dia hanya diam dan berkata omong kosong bagi Suo saat itu. "... Putra Mahkota dari kerajaan Bwystfil Nefol yang ada di daratan Anifeiliaid, dan terhubung dengan Beast Island, Benua Anifeiliaid gwyllt." Ucap Sakura.
comment in response to post
"Sebagai setengah Iblis, kenapa kamu begitu rapuh? Tidak kuat sama sekali. Begitu mudah dihancurkan." Ucapan Sakura membuat Suo bertanya-tanya hingga melayangkan sebuah pertanyaan, "Kamu.... Siapa sebenarnya?"
comment in response to post
Suo terkejut. Sosok yang membuatnya takut adalah Sakura Haruka, teman satu kelasnya yang misterius. Tak ada ekspresi di wajah Sakura. Hanya datar dengan tatapan tajam. Namun kalimat Sakura berikutnya membuat Suo terdiam antara terkejut, marah juga tak mengerti.
comment in response to post
Suo berbalik dalam satu sentakan hanya untuk menemukan sepasang mata yang bercahaya pucat. Sebagai setengah iblis, tanpa alasan Suo menjadi begitu takut hingga berjalan mundur menuju lampu jalan yang bercahaya redup.
comment in response to post
Dalam hati Suo bertanya tentang apa yang mau Sakura lakukan. Namun ia kehilangan langkah kemudian. Dia kehilangan sosok Sakura yang berjalan di sebelahnya. Tiba-tiba lehernya menerima hembusan nafas dingin.
comment in response to post
Beberapa hari berlalu namun Suo masih juga terpikir akan ucapan Sakura hingga kemudian di suatu malam ia melihat Sakura yang berjalan seorang diri. Ingin memastikan sebuah kebenaran. Suo diam-diam mengikuti langkah tenang Sakura yang menuju area sepi.
comment in response to post
Sakura bukan setengah iblis sepertinya. Bukan juga seorang iblis murni seperti Ayahnya. Tapi sosok yang lain sosok yang tidak Suo ketahui.
comment in response to post
Dan.... Walau Suo tertawa saat menanggapinya, namun sejujurnya dia menjadi was-was. Apa yang Sakura katakan adalah kebenaran. Dan Suo menjadi semakin waspada saat sadar bahwa dia tidak mencium bau manusia dari sosok Sakura.
comment in response to post
Namun diam-diam Sakura tertawa kecil dan tanpa suara dia berkata pada Suo, 'Kamu setengah iblis ya. Kamu masih kecil. Mungkin masih bayi...' Sakura menampilkan senyuman yang nampak menyebalkan di mata Suo kala itu.
comment in response to post
Nirei tertawa tanpa suara. Dia menyentuh wajah Sakura sebelum kemudian membawa tubuh kekasihnya dalam dekapan hangat. "Iya gak akan...." End....
comment in response to post
"Apa?" Tanya Nirei dengan penasaran. Sakura sedikit ragu, namun akhirnya dia menjawab, "Jangan deket-deket sama Suo. Aku cemburu." Aku Sakura dengan wajah memerah malu. Nirei terpesona karena ucapan pengakuan Sakura. Ahh.. Sifat Sakura yang hanya dia saja yang bisa melihatnya_
comment in response to post
Lalu kekasihnya itu akan kembali menenangkan dirinya dengan sejuta cara dan pesona untuk meyakinkan dirinya bahwa hanya Nirei Akihiko yang dipilih oleh Sakura Haruka. "Aku punya permintaan." Suara Sakura sedikit tertahan. Nampak ada emosi besar didalamnya.
comment in response to post
Tidak apa tak ada yang menyandingkan mereka. Karena Sakura hanya akan meraih tangannya seorang. Tak apa jika orang lain saja yang selalu disandingkan dengan kekasihnya itu. Tidak apa.. sungguh tidak apa-apa. Karena Nirei akan mengeluhkan semuanya pada Sakura. Hanya pada Sakura.
comment in response to post
Nirei menangis dengan penuh rasa terharu. Sakura nya mungkin tak pandai mengungkapkan kata-kata, tapi dia selalu bertindak dengan perbuatannya untuk menenangkan Nirei dan menegaskan padanya jika dia hanya memilih remaja bersurai pirang itu saja.
comment in response to post
jembatan saliva tercipta dari bibir keduanya. Sakura mengusap lembut bibir Nirei yang tak hanya basah tapi juga bengkak kemerahan. Dia hanya diam memperhatikan Nirei yang ada dibawah kungkungannya setelah sesi ciuman mereka.
comment in response to post
suara lenguhan Nirei yang menikmati ciuman dari Sakura yang notabenenya adalah kekasihnya seorang. Kedua tangannya mengalungi leher Sakura, menarik kekasihnya untuk semakin merapat padanya. Keduanya berciuman untuk waktu yang cukup lama. Hingga begitu melepas pangutan mereka,_
comment in response to post
Sakura menarik lembut bantal yang menutupi wajah Nirei. Tanpa aba-aba Sakura menyatukan bibirnya dengan milik Nirei membuat empunya melotot syok. Bibir yang semula hanya saling bersentuhan mulai bergerak pelan menuju tahap selanjutnya, membuat kamar Sakura dibuat berisik oleh_